mentari

 

siang dan malam terus berganti, pagi datang ketika bulan telah menghilang, embun membasahi ranting dan dedaunan hijau, sinar sang mentari menghangatkan jiwa dan hati, meluluhkan perasaan yang beku karena banyak hal yang dingin di malam hari.

suasana pagi yang menyorot wajah sang mentari, terlalu panas bila secara langsung di lihat oleh mata kosong, namun hangatnya sinar matahari menyegarkan tubuh yang kaku dan terlalu lelah.

mentari pagi bersinar mengitari bumi, mengawasi setiap orang yang berjalan di permukaan bumi, berputar pada porosnya, menyorot setiap makhluk bumi, mentari yang hangat, melelehkan suasana hati yang terbelenggu.

Ku berharap sinar mentarii itu selalu menyala dalam setiap redupnya alam, yang menghidupkan kembali perasaan hati.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s